Strategi Marketing Bisnis ala Rasulullah SAW

Pada artikel kali ini saya ingin membagikan apa yang baru saja saya dapatkan dari buku bacaan saya tentang “Strategi Marketing Rasulullah SAW”. Saya ingin mengambil figur Rasulullah Muhammad SAW sebagai panutan saya dalam mengembangkan ilmu marketing. Tapi bukan berarti saya menutup diri bagi kawan blogger Non Muslim yang ingin berbagi, Blog Marketing Bisnis saya, terbuka buat semua kalangan.

Maaf jika artikel kali ini bahasanya lumayan serius. Tapi bisa dibuat santai ko’,,, hehehe

Nabi Muhammad SAW merupakan suritauladan bagi seluruh umat manusia. Selain sebagai Nabi, beliau juga banyak menunjukkan cara berbisnis yang benar. Bisnis yang benar menurut islam adalah bisnis yang menerapkan nilai-nilai syariat islam tentunya.

Kesuksesan Nabi Muhammad dalam berbisnis telah dirasakan sejak usia mudanya. Beliau banyak menerapkan strategi marketing bisnis yang sangat cerdas, tidak merugikan orang lain tapi menguntungkan bagi pebisnis yang menerapkannya.

Berikut adalah tips atau strategi marketing yang dilakukan Rasulullah SAW dalam mengembangkan bisnisnya

1. Jadikan “Jujur” Sebagai Brand Bisnis

Berkat kejujuran beliau (dalam segala hal), nabi Muhammad mendapatkan julukan Al-Amin (Yang Dapat Dipercaya). Sikap jujur dalam bisnis ini beliau tunjukkan pada customer maupun pemasok barang dagangannya. Pada masa awal mula berbisnis, nabi mengambil barang dagangannya ke Khadijah, seorang konglomerat kaya raya yang akhirnya menjadi istrinya.

Ketika bekerjasama dengan Khadijah, beliau selalu bersikap jujur. Selain jujur pada Khadijah, beliau juga jujur pada pelanggannya. Hal ini tercermin ketika pelanggan mendatanginya, beliau memasarkan barangnya dengan menjelaskan semua keunggulan dan kekurangan barang tersebut, tanpa mengharapkan keuntungan lebih besar dari hasil penjualannya.

Bagi nabi Muhammad, kejujuran harus dijadikan brand dagang para pebisnis. Apapun jenis bisnisnya, kejujuran harus tetap ditempatkan pada posisi yang utama.

2. Sayangi Pelanggan

Pelanggan atau pembeli adalah raja, demikianlah prinsip dalam bisnis. Menarik satu pelanggan memang sulit tapi mempertahankannya justru lebih sulit. Nabi Muhammad memberikan contoh bahwa keuntungan dalam berbisnis hanyalah sekedar “hadiah” dari upaya kita.

Nabi selalu melayani costumers dengan ikhlas, beliau tidak relah jika pelanggannya tertipu saat membeli barangnya. Pesan yang disampaikan oleh beliau adalah “Cintailah saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri”.

Jika pelayanan yang kita berikan kepada pelanggan itu memuaskan maka pelanggan juga akan terus percaya dan akan terus berlangganan dengan produk yang anda tawarkan. Begitu pula sebaliknya.

Letakkan kepuasan pelanggan ditingkat yang lebih tinggi. Kunci dalam marketing adalah promosi atau iklan. Nah, cobalah memenuhi janji seperti apa yang pernah anda iklankan dalam pemasaran anda. Ini justru akan mengangkat kepercayaan pelanggan terhadap bisnis atau usaha anda.

3. Bedakan Jenis Produk Anda

Rasulullah saw juga memberikan contoh untuk memisahkan antara barang yang bagus dan barang yang jelek. Selain itu, beliau juga membedakan harga sesuai kualitas produknya. Bukan menyamakan semua produk tanpa melihat kualitas produknya.

Dalam dunia marketing bisnis kita mengenal banyak jenis produk yang bisa dipasarkan. Tapi, faktanya justru sebaliknya. Sebagian besar malah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari “Cacat Produk”. Ini tentu akan merugikan pelanggan dan akan membuat pelanggan tidak percaya lagi dengan anda.

Mungkin masih banyak lagi nilai-nilai yang dapat diambil dari strategi marketing ala Rasulullah Muhammad SAW. Tapi jika anda pernah membaca atau sekedar ingin menambahkan silahkan ditulis saja di komentar.

About the Author:

17 Comments

  1. Ya, saya setuju kali dengan ajakan menjadikan Rosul sebagai teladan bisnis. Toh, sejarah membuktikan bahwa beliau adalah seorang pedagang sukses di masanya. Teman-temannya, (Utsman, Abu Bakar, dll) adalah para pedagang ulung di masa itu. Nah, apa yang membuat beliau jadi pedagang sukses? Itulah yang harus dicontoh poara pedagang muslim di Indonesia.

    • ismail

      @Bung Eko, Jika mengaku muslim tentunya kita tidak akan menutup mata dengan fakta pada diri Rasulullah saw tentang hebatnya strategi bisnis beliau.

  2. Jujur memang wajib di terapkan dalam berbisnis… karena akan memberi kepercayaan bagi pelanggan….

    Namun akhir – akhir ini orang tidak sedikit yang melunturkan kejujuran demi memperoleh keuntungan….

    Jaman Nabi dulu kalau gak salah harga di tentukan pembeli/pelanggan… sekarang coba kalau harga ditentukan pembeli/pelanggan bisa gak dapet untung. Dikasih murah aja masih naego/nawar… wkwkwkk

    • ismail

      @Amri, Wah, kalau sekarang harga ditentukan pembeli pasti ujung2nya minta gratis gan, soalnya kurangnya menghargai suatu produk serta kualitas akan produk tersebut.

      Mental pebisnisnya harus dibenahi tuh.. hehehe

  3. Zainur Rochim

    Ya betul mas, sudah seharusnya Nabi Muhammad yang merupakan panutan kita sebagai seorang muslim patut dicontoh segela tindakannya termasuk di dalamnya tindakan beliau dalam menjalankan bisnis yang dicontohkannya dalam perdagangan.

    Karena Nabi Muhammad memgambil pelajaran bisnis dari sumbernya langsung yaitu Allah SWT melalui Al-qur’an jadi kitapun wajib untuk mengikutinya. Bukan hanya keuntungan saja yang kita cari di dunia ini tapi juga keberkahan dan keselamatan. Buat apa untung tapi tidak berkah? Bukan begitu mas?

    Oke mas, salam kenal ya, maaf dah kebanyakan ngoceh, soalnya lama ga silaturahmi ke blog-blog teman, jadi bakat ngocehnya sempat terpendam…he3x…

  4. Betul skali Mas, kejujuran adalah pilar utama dari pilar-pilar lainnya. Jika sudah mendapat predikat jujur insya Allah, “musuh”pun akan percaya untuk berbisnis dengan kita

  5. Blog Bisnis Online

    ditambah keyakinan bahwa rejeki ditangan Allah…
    selain strategi marketing diatas yang sudah di contohkan Rasulullah, jangan lupa infaq dan sedekahnya diperbanyak :)