21
2011
Strategi Marketing Bisnis ala Rasulullah SAW
Pada artikel kali ini saya ingin membagikan apa yang baru saja saya dapatkan dari buku bacaan saya tentang “Strategi Marketing Rasulullah SAW”. Saya ingin mengambil figur Rasulullah Muhammad SAW sebagai panutan saya dalam mengembangkan ilmu marketing. Tapi bukan berarti saya menutup diri bagi kawan blogger Non Muslim yang ingin berbagi, Blog Marketing Bisnis saya, terbuka buat semua kalangan.
Maaf jika artikel kali ini bahasanya lumayan serius. Tapi bisa dibuat santai ko’,,, hehehe
Nabi Muhammad SAW merupakan suritauladan bagi seluruh umat manusia. Selain sebagai Nabi, beliau juga banyak menunjukkan cara berbisnis yang benar. Bisnis yang benar menurut islam adalah bisnis yang menerapkan nilai-nilai syariat islam tentunya.
Kesuksesan Nabi Muhammad dalam berbisnis telah dirasakan sejak usia mudanya. Beliau banyak menerapkan strategi marketing bisnis yang sangat cerdas, tidak merugikan orang lain tapi menguntungkan bagi pebisnis yang menerapkannya.
Berikut adalah tips atau strategi marketing yang dilakukan Rasulullah SAW dalam mengembangkan bisnisnya
1. Jadikan “Jujur” Sebagai Brand Bisnis
Berkat kejujuran beliau (dalam segala hal), nabi Muhammad mendapatkan julukan Al-Amin (Yang Dapat Dipercaya). Sikap jujur dalam bisnis ini beliau tunjukkan pada customer maupun pemasok barang dagangannya. Pada masa awal mula berbisnis, nabi mengambil barang dagangannya ke Khadijah, seorang konglomerat kaya raya yang akhirnya menjadi istrinya.
Ketika bekerjasama dengan Khadijah, beliau selalu bersikap jujur. Selain jujur pada Khadijah, beliau juga jujur pada pelanggannya. Hal ini tercermin ketika pelanggan mendatanginya, beliau memasarkan barangnya dengan menjelaskan semua keunggulan dan kekurangan barang tersebut, tanpa mengharapkan keuntungan lebih besar dari hasil penjualannya.
Bagi nabi Muhammad, kejujuran harus dijadikan brand dagang para pebisnis. Apapun jenis bisnisnya, kejujuran harus tetap ditempatkan pada posisi yang utama.
2. Sayangi Pelanggan
Pelanggan atau pembeli adalah raja, demikianlah prinsip dalam bisnis. Menarik satu pelanggan memang sulit tapi mempertahankannya justru lebih sulit. Nabi Muhammad memberikan contoh bahwa keuntungan dalam berbisnis hanyalah sekedar “hadiah” dari upaya kita.
Nabi selalu melayani costumers dengan ikhlas, beliau tidak relah jika pelanggannya tertipu saat membeli barangnya. Pesan yang disampaikan oleh beliau adalah “Cintailah saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri”.
Jika pelayanan yang kita berikan kepada pelanggan itu memuaskan maka pelanggan juga akan terus percaya dan akan terus berlangganan dengan produk yang anda tawarkan. Begitu pula sebaliknya.
Letakkan kepuasan pelanggan ditingkat yang lebih tinggi. Kunci dalam marketing adalah promosi atau iklan. Nah, cobalah memenuhi janji seperti apa yang pernah anda iklankan dalam pemasaran anda. Ini justru akan mengangkat kepercayaan pelanggan terhadap bisnis atau usaha anda.
3. Bedakan Jenis Produk Anda
Rasulullah saw juga memberikan contoh untuk memisahkan antara barang yang bagus dan barang yang jelek. Selain itu, beliau juga membedakan harga sesuai kualitas produknya. Bukan menyamakan semua produk tanpa melihat kualitas produknya.
Dalam dunia marketing bisnis kita mengenal banyak jenis produk yang bisa dipasarkan. Tapi, faktanya justru sebaliknya. Sebagian besar malah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari “Cacat Produk”. Ini tentu akan merugikan pelanggan dan akan membuat pelanggan tidak percaya lagi dengan anda.
Mungkin masih banyak lagi nilai-nilai yang dapat diambil dari strategi marketing ala Rasulullah Muhammad SAW. Tapi jika anda pernah membaca atau sekedar ingin menambahkan silahkan ditulis saja di komentar.
Related Posts
17 Comments + Add Comment
Page Rank
Advertisment
Categories
- Affiliate Marketing
- Article Contest
- Artikel Marketing
- Artikel Umum
- Bisnis Franchise
- Bisnis Online
- Blogging
- Catatan Harian
- Entrepreneur
- Ide Bisnis
- Marketing
- Motivasi Bisnis
- Opini
- Peluang Usaha
- Renungan
- Review Pengusaha
- Strategi Marketing
- Tips Berbisnis
- Tips Marketing
- Tips Menulis
- Toko Online
- Tulis Menulis

An article by





Ya, saya setuju kali dengan ajakan menjadikan Rosul sebagai teladan bisnis. Toh, sejarah membuktikan bahwa beliau adalah seorang pedagang sukses di masanya. Teman-temannya, (Utsman, Abu Bakar, dll) adalah para pedagang ulung di masa itu. Nah, apa yang membuat beliau jadi pedagang sukses? Itulah yang harus dicontoh poara pedagang muslim di Indonesia.
@Bung Eko, Jika mengaku muslim tentunya kita tidak akan menutup mata dengan fakta pada diri Rasulullah saw tentang hebatnya strategi bisnis beliau.
Kejujuran, yups aku setuju.
Sebaiknya memang rasululah di contoh.
@Zahra, Mudah2an bisa diaplikasikan oleh pebisnis baik online maupun offline
Jujur memang wajib di terapkan dalam berbisnis… karena akan memberi kepercayaan bagi pelanggan….
Namun akhir – akhir ini orang tidak sedikit yang melunturkan kejujuran demi memperoleh keuntungan….
Jaman Nabi dulu kalau gak salah harga di tentukan pembeli/pelanggan… sekarang coba kalau harga ditentukan pembeli/pelanggan bisa gak dapet untung. Dikasih murah aja masih naego/nawar… wkwkwkk
@Amri, Wah, kalau sekarang harga ditentukan pembeli pasti ujung2nya minta gratis gan, soalnya kurangnya menghargai suatu produk serta kualitas akan produk tersebut.
Mental pebisnisnya harus dibenahi tuh.. hehehe
setuju. jujur itu paling penting untuk mendapat pelanggan yang setia. makasi mas udah mengingatkan
@andre, Sama2, semoga kita bisa menerapkan kejujuran ini pada bisnis kita.
Ya betul mas, sudah seharusnya Nabi Muhammad yang merupakan panutan kita sebagai seorang muslim patut dicontoh segela tindakannya termasuk di dalamnya tindakan beliau dalam menjalankan bisnis yang dicontohkannya dalam perdagangan.
Karena Nabi Muhammad memgambil pelajaran bisnis dari sumbernya langsung yaitu Allah SWT melalui Al-qur’an jadi kitapun wajib untuk mengikutinya. Bukan hanya keuntungan saja yang kita cari di dunia ini tapi juga keberkahan dan keselamatan. Buat apa untung tapi tidak berkah? Bukan begitu mas?
Oke mas, salam kenal ya, maaf dah kebanyakan ngoceh, soalnya lama ga silaturahmi ke blog-blog teman, jadi bakat ngocehnya sempat terpendam…he3x…
@Zainur Rochim, Salam kenal juga, gpp ko’ ngoceh panjang lebar, kalo minat nulis disini kontak ane aja.. hahaha.
salam kenal juga
Betul skali Mas, kejujuran adalah pilar utama dari pilar-pilar lainnya. Jika sudah mendapat predikat jujur insya Allah, “musuh”pun akan percaya untuk berbisnis dengan kita
@Video BBI Gratis, Mantap dah, musuh akan takluk pada kejujuran pebisnis, kalau mau curang2an juga g akan awet tho/…
@mas-tony, Emang ada ya blog yang jelek? pasti yang menilainya tu juga jelek.. hehehehe
Oh iya, baru sadar topik artikel kita sama. Tapi nggak janjian kan…
[...] marketing bukanlah satu-satunya strategi marketing. Seperti yang telah saya sebutkan pada artikel sebelumnya, paling tidak strategi marketing itu [...]
[...] yang saya maksud disini ialah Rasulullah Muhammad SAW. Nabi akhir zaman. Pada diri beliau terdapat banyak hal yang bisa kita tiru. Biasanya orang akan [...]
ditambah keyakinan bahwa rejeki ditangan Allah…
selain strategi marketing diatas yang sudah di contohkan Rasulullah, jangan lupa infaq dan sedekahnya diperbanyak