30
2010
Nilai Positif Di Balik Ajang Piala Dunia
Mungkin saya agak telat menulis tentang piala dunia yang telah berlangsung. Tapi setelah melakukan perenungan sejenak mengenai dunia sepak bola yang sekarang menjadi virus warga dunia internasional.
Siapa yang tidak tahu piala dunia?, hampir semua orang tahu tentang event ini. Mulai anak-anak hingga yang tua pun tahu sepak bola. Tapi banyak juga yang tidak suka dengan piala dunia dengan berbagai macam alasannya.
Yang menjadikan saya berfikir adalah “Apakah ada nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dari ajang bergengsi ini?”. Meskipun saya tidak bisa sepak bola dan tidak suka menonton bola, saya justru tertarik merenungkan acara yang digandrungi banyak orang ini.
“Apa sih menariknya menonton 22 orang yang berkostum ala negaranya mengejar-ngejar dan saling menendang bola ke arah lawan?”, inilah pertanyaan awal saya yang akhirnya menemukan nilai positif dibalik peristiwa 4 tahun sekali ini.
Lebih cocoknya lagi jika pertanyaan diatas dilontarkan oleh orang yang kurang atau tidak suka bola, mungkin sebagai bentuk protes karena banyaknya orang mengagung-agungkan piala dunia.
Memang tidak ada salahnya jika orang yang tidak suka bola bertanya seperti itu (seperti saya ini, he..he..), lebih-lebih menanyakannya kepada penggemar bola dunia yang bisanya hanya nonton, komentar, mendukung, gembira jika menang, ikutan sedih jika kalah, apalagi yang menjadikannya sebagai taruhan nasib.
>>> Apa sih spesialnya piala dunia ini bagi kita (Sebagai Penonton)???
Apa sih enaknya nonton hingga larut malam?, toh itu semua hanya akan membuat mata kita merah, ngantuk, telat kerja, maunya tidur lagi di pagi hari, atau anda bisa jadi menderita demam yang tidak terobati hanya gara-gara menonton bola.
Apakah tidak ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dari kegiatan “Menonton Piala Dunia”? yang apabila kita paham dan mencermatinya justru akan lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar nonton dan bersorak ketika terjadi gol.
Jika anda teliti lebih cerdas, sebetulnya ajang sepak bola mengandung banyak nilai-nilai positif yang bisa kita pelajari.
Apa saja nilai-nilai positif itu?
Jujur, Tanggung Jawab, Gigih, Disiplin, Kerjasama, Peduli.
Mari kita pelajari sejenak. Ketika kita menyaksikan pertandingan Argentina vs Meksiko yang mana Argentina menang dengan skor 3-1, kenapa Argentina bisa unggul dari Meksiko?, tidak lain ini terjadi karena pemain Argentina dituntut “Jujur” oleh Diego (sang pelatih). Coba saja pemain Argentina bersikap curang, maka wasit akan menghukumnya saat pertandingan berlangsung.
Namun, jika wasit tidak melihat kecurangan tersebut maka publik sepakbola siap menghujat dan mencacinya. Memang seakan tidak Nampak nilai “Kejujuran” ini ketika laga berlangsung. Tapi sikap itulah yang sebenarnya ditanamkan dalam diri setiap pemain bola. Karena dengan “Kejujuran” image club sepak bola menjadi terangkat meskipun kalah saat tanding. Bahasa bolanya adalah “Sportifitas”.
Begitu juga dengan nilai “Tanggungjawab”. Dimana letaknya?
Setiap pemain harus menjaga wilayahnya sesuai dengan posisinya. Seorang keeper dituntut harus berada di wilayah gawang yang tugasnya adalah menghalangi bola supaya tidak menerobos wilayah kekuasaannya. Begitu pula dengan seorang bek yang dituntut untuk menjaga daerahnya supaya tidak mudah dimasuki pemain lawan.
Bagaimana dengan penyerang?, seorang penyerang dituntut untuk menjebol gawang lawan supaya timnya mendapatkan skor dan meraih kemenangan. Disinilah nilai “Tanggungjawab” yang harus disadari dan dijalankan setiap pemain bola jika ingin menang.
Tanpa adanya tanggungjawab maka bisa jadi seorang penjaga gawang meninggalkan gawangnya kemudian ikut maju untuk mencetak gol, begitu pula dengan seorang bek,, jika tidak memiliki tanggungjawab maka bisa jadi ia maju dan meninggalkan posisinya. Dengan sikap penuh tanggungjawab maka akan membentuk kerjasama tim yang baik.
Sama halnya dengan nilai Adil, Disiplin, Gigih, Kerjasama dan Peduli. Semua nilai itu menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan saat sepak bola dimainkan. Ada satu saja nilai yang dilanggar, dapat dipastikan akan menjadikan timnya pecundang lapangan hijau.
Kita dapat belajar banyak dari Tim Nasional Prancis tentang hal ini. Tim Ayam Jantan yang diunggulkan menjadi juara grup A itu harus puas menjadi juru kunci setelah hanya meraih satu poin.
Namun yang lebih memalukan lagi, para pemainnya konflik dengan pelatih. Apa kata salah satu pemain tim ini?, “Sejak awal, sudah tidak ada kebersamaan di tim ini” kata Thiery Henry. Tidak ada respek pemain muda kepada pemain senior, Tidak adanya kerjasama dan soliditas tim membuat mereka tersingkir secara menyedihkan.
Mungkin itulah nilai-nilai yang hendaknya kita dapat ambil dari ajang bergengsi dunia ini. Dan pastinya ini lebih bermakna dari pada hanya sekedar nonton (tanpa meresapi), sorak-sorak, taruhan, dll.
Saya berfikir, “Kalau saja orang Indonesia yang suka nonton bola itu memahami nilai-nilai diatas kemudian menerapkannya dalam dunia nyata, Maka kemungkinan besar orang Indonesia akan sedikit maju dari sekarang”.
Tapi itu hanya harapan seorang blogger yang sedang dilanda kegalauan tak menentu setelah menyaksikan warga yang ”keranjingan bola dunia”. Semoga saja Allah SWT membukakan pintu hati kita semua dan mulai melihat sisi baik dari suatu fenomena seperti ini.
Gimana shob… apakah anda penggila bola juga?, jika “Ya” silahkan tulis apa yang bisa anda ambil dari kegiatan menonton bola anda? Langsung di ketik deh di koment.
23 Comments + Add Comment
Page Rank
Advertisment
Categories
- Affiliate Marketing
- Article Contest
- Artikel Marketing
- Artikel Umum
- Bisnis Franchise
- Bisnis Online
- Blogging
- Catatan Harian
- Entrepreneur
- Ide Bisnis
- Marketing
- Motivasi Bisnis
- Opini
- Peluang Usaha
- Renungan
- Review Pengusaha
- Strategi Marketing
- Tips Berbisnis
- Tips Marketing
- Tips Menulis
- Toko Online
- Tulis Menulis

An article by





Wah mas Ismail bisa jadi pengamat dan komentator profesional nich nantinya..
Amiiin… meski tidak suka bola yach paling tidak tahu lah apa yang tersembunyi dibalik permainan benda bundar ini.
Masih banyak yang belum diungkap ko’ mas.. coba mas andrik cari sendiri pasti menemukannya ko’ supaya tidak jadi penonton passive aje..he..he..
saya salah satu orang yg kurang paham dengan dunia persepak bolaan mas is..
baca artikel ini cukup mandut-mandut aja
Monggo mandut2 aja asal g kebablasan g bisa kembali lho..he..he..
kapan ya ada pertandingan bola natar blogger
Impian saya, Kapan ya blogger indonesia bisa lebih dekat dan saling mengenal wujud aslinya.. Nah kalau udah keturutan bisa tuh maen bola bareng mas..
saya lebih suka bermain sepak bola daripada nonton bola katrena malah bikin saya gregetan terus kalau nonton
Kalau saya g suka dua2nya mas..ha..ha..
semoga yang terbaik yg menang yah soob
Kebetulan saya nonton bola karena melihat gaya permainannya saja mas. Hehe
Tidak semua pertandingan saya tonton, jika itu tim dukungan saya. Maka saya tonton deh.
Waah.. curang nech.. itu pilih kasih namanya mas..he..he..
Yups bener bangetz mas, aplagi soal “Team Work” hem Bola mengajarkan kita menjadi makluk Sosial dan makhluk blogging . Ha ha.
Salam kenal ya
Maksudnya “makhluk blogging” gimana mas??
Kalau melakukan diving namun wasit tidak melihat itu suatu pelanggaran pasti penonton tahu itu benar atau salah.
Bukan hanya di sisi diving aja kan kejujuran itu??? pasti masih banyak lagi masalah kejujuran yang diterapkan dalam sepak bola itu.
“One Head Many Opinion”
follow back aku yaaa
masih jaman kalimat ginian?
hahaha…
jujur saja, hidup saya nggak ngaruh sama sepakbola. hehehe…
Lebih bagus itu mas, daripada hidupnya tiap hari bergantung dengan bola, dikit2 bola, dikit2 bola, cape”’ dech…
Walau kita tidak ‘sehati’, tapi saya bersyukur telah membaca tulisan Anda.
Tulisan ini mendorong saya untuk lebih rajin mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Syukurlah kalo artikel saya ini bermanfaat bagi kita. Tapi itulah nilai plus dari berbagi.
Itulah tuntutan yang harus benar2 dijaga mas.
[...] memulai berbisnis sebenarnya tidaklah sulit untuk membangun pondasi utamanya. Potensi yang ada dalam diri setiap [...]