Menumbuhkan Gairah Membaca dan Menulis

Akhir-akhir ini gairah menulis saya menurun drastis. Banyak sebab yang membuat gairah saya menurun, disamping karena banyaknya aktifitas yang menuntut untuk dilakukan secara profesional alias harus tepat waktu, faktor kelelahan setelah melakukan aktifitas pun turut menjadi pemicu menurunnya gairah menulis saya.

Sebenarnya aktifitas yang sedang saya jalani ini pun tidak jauh-jauh amat dari seputar tulis-menulis yaitu menerbitkan jurnal kampus. Tapi saya menganggapnya berbeda, kalau biasanya saya menulis secara pribadi, mengedit kemudian menpublish di blog, saat ini saya mengedit tulisan karya orang lain untuk di publish di jurnal.

Mungkin hal inilah yang membuat saya kelabakan dalam mengatur jadwal posting saya. Hal semacam ini adalah lumrah saja bagi orang yang punya mobilitas kegiatan yang padat. Akan tetapi ini justru mampu memberikan manfaat yang luar biasa bagi saya pribadi. Selain bisa belajar ilmu editing jurnal saya pun bisa belajar bagaimana membuat tulisan ilmiah yang layak konsumsi publik.

Karena saya memiliki banyak masalah (seputar membaca dan menulis) akhirnya saya memutuskan untuk konsultasi pada seorang pakar penulisan. Mungkin dari kawan blogger juga banyak merasakan apa yang saya rasakan yaitu jadwal membaca dan menulis tidak terkontrol alias dalam kondisi “stagnan” sehingga pada akhirnya akan mematikan gairah dan kebiasaan menulis kita karena padatnya aktifitas yang kita lakukan.

Nah, menyikapi hal itu konsultan saya bilang begini, lakukan “Skimming” atau membaca cepat. Skimming sangat efektif untuk dilakukan oleh orang yang memiliki mobilitas tinggi. Waktu 5 menit pun sangatlah berharga dalam aktifitas membaca cepat ini. Misalnya begini, ketika kita dalam perjalanan ke tempat kerja, mungkin sebagian orang beranggapan bahwa ia tidak ada waktu untuk membaca. Justru dalam kondisi seperti inilah orang tersebut harus melakukan skimming atau membaca cepat yaitu memanfaatkan waktu 5 menit untuk memahami 1 isi paragraf dari suatu tulisan kemudian menuliskannya kembali dengan kata-kata sendiri.

Caranya begini, ketika dalam perjalanan, silahkan buka buku yang akan anda baca kemudian lihat daftar isinya, cari bagian mana yang ingin anda ketahui lalu buka halaman tersebut. Dalam proses skimming anda tidak harus membaca artikel secara utuh, cukup lihat paragraf per paragraf secara cepat, jika sudah menemukan inti paragraf yang anda anggap ilmu baru, stop skimming lalu buat coretan di kertas mengenai isi paragraf tadi. Begitu juga dengan seterusnya.

Nah, jika proses skimming ini dilakukan secara rutin dan konsisten maka aktifitas membaca akan terbiasa. Bahkan tidak hanya aktifitas membaca, teknik menulis pun akan anda kuasai dengan cepat karena anda akan sering mengolah paragraf dengan kata-kata anda sendiri.

Skimming tentu sangatlah efektif untuk menumbuhkan gairah membaca dan menulis anda. Disamping anda tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca dan menulis, anda akan selalu menemukan hal baru dari proses menulis hasil skimming tadi.

Akhirnya, jangan pernah menganggap remeh “proses membaca cepat”. Yang perlu diingat yaitu bukan hasil sementara dari scimming tadi, tapi proses yang anda lakukan dalam scimming (membaca cepat) tadi. Proses ini sangat berfungsi untuk membiasakan otak dan tangan bekerjasama, memperkaya wawasan, serta memaksimalkan proses membaca dan menulis.

Soo… keep spirit for skimming

About the Author: