31
2011
Menulislah Wahai Mahasiswa !
“Manusia boleh pintar setinggi langit, namun jika ia tidak bisa menulis, maka ia akan hilang dari sejarah“. (Pramoedya Ananta Toer)
Judul dalam tulisan ini sebenarnya hanyalah sebuah gagasan riil atas realitas kemahasiswaan dalam dunia tulis menulis. Sebagai akadamisi intelektual, sejatinya membaca dan menulis adalah bagian dari habitual mahasiswa di kampus, kos, taman, jalan (kalau sempat… J ), dan tentunya di rumah; selain kebiasaan demonstrasi mendemo pejabat korup.
Fungsi kontrol sosial dalam istilah agen perubah sosial (agent of social change) sesungguhnya tidak hanya terbatas pada tatanan aksi demonstrasi semata yang baru-baru ini dipolitisir oleh kalangan tertentu sehingga menyudutkan mahasiswa ke dalam paradigma stagnasi sosial. Fungsi ini juga tertanam dalam aspek nalar intelektual mahasiswa dalam tulisan inspiratif bagi pemecahan masalah-masalah sosial kemasyarakatan.
Mulai membaca di kelas
Sebenarnya mahasiswa di kampus telah terbiasa membaca dan menulis dalam artian formalistis. Bukankah sejak semester awal, pada akhir perkuliahan sang dosen selalu menyisipkan beberapa buah tugas menulis, baik itu makalah, paper, laporan penelitian, jurnal, atau pun buletin.
Namun, sekali lagi, menulis dalam tatanan ini saya perhatikan hanya sebatas menuliskan beberapa buah redaksi kalimat dari sumber-sumber sekunder ke dalam tugas tulisan. Menulis yang benar-benar curahan ide orisinil (original source) mahasiswa terkadang sulit ditemukan.
Kebanyakan, tulisan mahasiswa berupa tugas kuliah –terlebih ketika membuat tulisan di media baik media massa (offline) maupun media online seperti blog- hanya berupa retekstualisasi dari buku-buku yang suda ada ke dalam spreadsheet tugas kuliah.
Secara general, kemampuan menulis memang sangat diperlukan oleh kalangan akademisi seperti mahasiswa. Latihan menulis bagi mahasiswa merupakan satu proses panjang menuju aktivitas menulis yang sebenarnya, yaitu menulis tugas akhir skripsi.
Walaupun masih banyak juga realitas yang saya saksikan di lapangan, skripsi di dapat dari membeli. Sungguh ironis bila harus melihat ke belakang ketika kuliah. Sudah berapa materi yang dikeluarkan jika hanya ketika dituntut menyusun tugas akhir skripsi, ternyata skripsi di dapat dari membeli.
Melatih menulis lewat ngeblog
Fenomena cyberspace atau yang lebih dikenal dengan istilah internet, saat ini telah digandrungi oleh sebagian masyarakat. Berbagai kalangan menggunakan media online internet ini untuk beberapa keperluan masing-masing.
Saat penulis pertama kali mengenal internet, halaman pertama yang penulis buka adalah www.google.com dalam praktek mata pelajaran TI semasa SMA. Kesempatan inilah yang penulis gunakan dalam mengembangkan wawasan keilmuwan secara meluas. Internet esensinya adalah jaringan yang tak terbatas. Baik itu jaringan keilmuwan, jaringan agama, jaringan pertemanan, jaringan usaha, jaringan penelitian, jaringan individu, dan jaringan-jaringan lainnya yang saling berhubungan secara masif.
Menulis sebagai sebuah aktivitas individu telah mendapatkan porsi utama dalam tatanan media online saat ini. banyak blog-blog hadir setelah Mark Zuckerger booming dengan jejaring sosial facebooknya. Blog menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah aktivitas online yang lebih bermakna. Kenapa bermakna? Karena menulis di blog tidak sama dengan menulis di buku catatan harian.
Blog menyediakan fitur real time system. Tulisan kita, baik itu berupa catatan harian ataupun karya prosa berupa puisi; cerpen; novel; dlsb, bisa langsung dilihat dan diapresiasi oleh orang lain di belahan dunia lain. Dengan kata lain, tulisan kita akan mendapat apresiasi beragam dari orang yang mungkin membaca tulisan blog kita. Dan tentunya, hal ini adalah modal utama ketika kita berlatih mengembangkan kemampuan menulis.
Manfaatnya lainnya adalah kita bisa memfokuskan tulisan kita dari komentar-komentar yang masuk. Hal inilah yang penulis rasakan sendiri. Blog melatih diri dalam hal tulis menulis. Syaratnya, kita menulis apa yang kita bisa secara orisinil. Curahkan ide yang ada dalam benak kita secara apa adanya.
Selanjutnya, kita akan rasakan sendiri ruh tulisan kita. Bukan memindahkan tulisan yang sudah ada ke dalam media online blog kita. Jadikanlah blog sebagai guru kedua setelah guru di dunia nyata dalam hal tulis menulis. *** Wallahu ’alam
Related Posts
2 Comments + Add Comment
Page Rank
Advertisment
Categories
- Affiliate Marketing
- Article Contest
- Artikel Marketing
- Artikel Umum
- Bisnis Franchise
- Bisnis Online
- Blogging
- Catatan Harian
- Entrepreneur
- Ide Bisnis
- Marketing
- Motivasi Bisnis
- Opini
- Peluang Usaha
- Renungan
- Review Pengusaha
- Strategi Marketing
- Tips Berbisnis
- Tips Marketing
- Tips Menulis
- Toko Online
- Tulis Menulis

An article by






Benar sekali mas Dian. Kalo boleh saya tambahkan bahwa menulis di blog itu manfaatnya banyak selain membuat kita menjadi “pandai” menulis itu sendiri, diantaranya memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang berguna, mengenal dunia maya atau internet lebih baik lagi (jadi tidak hanya fb dan twitter saja he..he..he) dan terus kebiasaan menulis di internet juga bisa jadi sumber penghasilan dan bahkan kerjaan tetap(pengusaha). Jika sekarang banyak mahasiswa yang setelah tamat bingung mencari kerja formal namun saya yakin itu tidak akan terjadi buat mereka yang sudah terbiasa menulis diinternet dan mengenal internet. Kenapa? karena mereka tahu bahwa banyak sekali peluang di internet yang bisa dikerjakan dan jadi sumber penghasilan. Jadi buat rekan2 mahasiswa ayo belajar menulis di internet seperti mas Dian dan mulailah dengan membuat sebuah blog. Jangan tunda lagi
Menulis adalah pijakan kedua sebuah gagasan setelah perenungan yang mendalam. Sepakat, bahwa menulis itu harus dibiasakan dan terus dilatih dan diasah supaya semakin tajam. jangan dibiarkan tumpul karena akan tumpul pula sebuah pemikiran dalam diri kita.