Menulis1000 Kata Per Hari

Menulis tidak melulu tergantung pada bakat. Orang yang memiliki bakat menulis pun belum tentu dapat menciptakan karya yang luar biasa. Sebuah karya yang bagus hanya dapat terlahir dari orang yang benar-benar memliki kesungguhan dalam menulis.

Pengaruh minat dan kesungguhan justru lebih dominan dalam tercapainya sebuah kemampuan. Kemampuan hanya dapat diciptakan oleh seseorang yang mau belajar. Sebab kemampuan bukanlah hal yang dapat diturunkan dari orang yang berbakat.

Seorang pilot belum tentu mampu mendidik anaknya menjadi pilot juga. Begitu pula dengan penulis. Seorang pakar penulis belum tentu dapat menjadikan anaknya menjadi penulis hebat. Sebab, faktor kemauan dan kemampuan lebih mempengaruhi proses berlatihnya.

Namun bukan berarti hal ini menahan kita dari upaya mengarahkan keluarga untuk menjadi apa yang ia inginkan. Yang seorang pilot mampu hanyalah mengajarkan ilmu penerbangan kepada siapa saja yang ingin belajar. Tidak harus kepada keluarga terdekatnya.

Sama halnya dengan penulis. Seorang penulis hanya mampu memotivasi keluarganya untuk menjadi seorang penulis pula kemudian mengajarnya jika mereka menginginkannya. Demi membangun kemauan dalam diri seseorang, penulis harus terus memberikan suplemen tentang indahnya dunia kepenulisan.

Untuk jadi seorang penulis tidak perlu dipaksa. Sebab pemaksaan hanya akan membuat seseorang trauma dan enggan untuk mendekatinya lagi. Berbeda dengan dunia pendidikan. Jika mendidik perlu dipaksa sebagai upaya pembiasaan, menulis tidaklah demikian.

Akan tetapi, langkah yang pertama kali harus dilakukan yaitu menumbuhkan jiwa penulis dalam diri seseorang tersebut. Dan bukan memaksa “Kamu Harus Jadi Penulis” tanpa memberikan gambaran terlebih dahulu tentang dunia tulis menulis.

Untuk menumbuhkan jiwa penulis dapat dilakukan dengan beberapa hal. Terutama sekali yaitu latihan. Latihan menulis inilah yang sering kali membuat para calon penulis hengkang dari dunia kepenulisan. Banyak yang jatuh dan tidak mau bangun lagi. Memang menjadi penulis itu butuh proses yang panjang dan ini harus disadari oleh siapa saja yang ingin menekuni dunia kepenulisan.

Menulislah Selagi Bisa

Mungkin itulah ungkapan yang tepat bagi mereka yang menganggap bahwa mereka tidak punya bakat menjadi penulis. Untuk bisa menulis tidak perlu belajar banyak teori dari A sampai Z. Cukup dengan satu kata “TULIS”, anda akan terbiasa menjadi penulis asalkan mau konsisten menulis.

Bukan kualitas yang dicari pertama kali tapi kuantitas. Maksudnya, bukan kualitas tulisan yang harus dicari dalam proses latihan menulis ini. Tapi kuantitas atau seberapa banyak jam terbang anda digunakan untuk menulis. Inilah yang akan mengarahkan anda kepada pembiasaan yang luar biasa.

Jika anda mampu menulis 1000 kata per hari itu sudah cukup untuk proses latihan. Ingat, bukan kualitas tulisan yang dituju tapi kuantitas latihan. Dari 1000 kata per hari inilah anda akan terbiasa sehingga akhirnya antara pikiran dan tangan pun mulai mampu bekerjasama dengan baik. Dan akhirnya, ide cerdas pun akan lebih mudah dicari.

Mungkin hanya ini tulisan pagi saya. Semoga anda dapat mengambil intisari dari tulisan saya kali ini.

Semoga Bermanfaat.

About the Author:

6 Comments

  1. Proses untuk menjadi penulis memang tidak mudah ya. Konsistensinya itu yang sulit.
    Tapi sekarang saya mulai membiasakan diri untuk menulis draft blog minimal 500 kata, dan dalam sehari ada dua draft. Dengan itu mudah2an akan lebih terbiasa.

    Salam mas Ismail :)

  2. Kalau bisa melakukannya secara rutin setiap hari maka kemampuan menulis yang kita miliki akan mengingkat pesat
    semoga saya pun bisa melakukannya..