Kenapa Kita Bangkrut Dalam Berbisnis ?

Bergelut dalam dunia bisnis kita tidak bisa lepas dari kerugian. Kerugian itu biasa terjadi, tinggal bagaimana usaha yang kita lakukan supaya kegagalan/kerugian tersebut tidak datang secara bertubi-tubi.

Rugi skala besar identik dengan sebutan bangkrut, yang mana kondisi seperti ini adalah keadaan yang tidak bisa lagi dibiarkan begitu saja. Harus ada suatu peningkatan mutu dan strategi bisnis.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadikan seorang pengusaha bangkrut dan mengalami kerugian skala besar, yaitu

a. Banyak Hutang

Hutang memang tidak selamanya jelek. Bahkan dengan berhutang kita bisa menyikapi modal usaha yang kita rasa sulit mendapatkannya. Hutang merupakan salah satu cara mendapatkan modal dengan cepat. Asalkan kita tahu kepada siapa kita meminjam uang tersebut.

Modal dari hasil hutang akan bisa mendongkrak hasil bisnis anda apabila hutang tersebut bersifat produktif bukan konsumtif. Maksudnya, ketika anda menjalankan bisnis dengan hasil berhutang, jangan pernah menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan konsumtif apapun bentuknya. Karena ini akan mengakibatkan pengurangan untung dari hasil penjualan.

b. Terlalu Nekad

Ada slogan bisnis “Jika ingin sukses beranilah bertindak nekad”. Sekilas memang tidak ada yang salah dalam slogan tersebut, justru malah baik nantinya. Hal yang perlu anda ingat adalah “Terlalu Nekad” bisa mengantarkan usaha anda ke dalam jurang kebangkrutan.

Karena terlalu nekad akhirnya segala tindakan anda terhadap bisnis yang sedang anda jalankan adalah hasil nekad seutuhnya. Kurang ada strategi jitu yang terpikirkan karena anda terlalu mengandalkan nekad tadi.

c. Kurang Cerdas Menyikapi Kondisi Bisnis

Ups. Maaf, cerdas disini bukan berarti saya mengatakan diri anda tidak cerdas dalam berfikir. Dalam dunia bisnis kita selalu dituntut untuk belajar dari pengalaman supaya kita bisa tahu apa dan bagaimana tuntutan konsumen.

Ketika konsumen memberikan masukan terhadap usaha anda, cobalah membuka pikiran dengan menampung semua masukan kemudian pelajari dan olah kembali masukan-masukan tersebut. Bisnis tidak mungkin selalu berada diatas. Seperti halnya roda yang selalu berputar, bisnis juga demikian. Untuk itu anda harus pandai membaca kondisi bisnis yang anda jalankan untuk menghindari kebangkrutan.

d. Kurangnya Jiwa Ikhlas

Ikhlas berdagang, ikhlas memberi, ikhlas berbagi ketiganya harus sudah melekat dalam diri seorang pengusaha. Ini merupakan unsur penting spiritual marketing dalam dunia bisnis. Kebanyakan pebisnis saat ini menyajikan jiwa ikhlasnya dengan berpura-pura. Maksudnya, tidak berasal dari hati yang paling dalam sebagai pebisnis.

Ikhlas memberi manfaat atau nilai produk yang kita jual juga unsur penting untuk menunjang keberhasilan bisnis. Dengan jiwa yang ikhlas kita sudah mengurangi 60% sebab dari kegagalan berbisnis.

Tentunya masih banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan kita jatuh kemudian mengalami kebangkrutan. Nah, jika anda memiliki informasi tersebut untuk melengkapi artikel ini, silahkan dishare lewat kolom komentar di bawah.

Semoga artikel diatas bisa menambah wawasan kita dalam mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

About the Author:

4 Comments

  1. saya rasa, setiap earning yang kita hasilkan jangan 100% dipakai untuk lifestyle, tapi untuk perputaran modal, kebanyakan pebisnis yang menggunakan semua keuntungan untuk keperluan hidup, harus diputar untuk bisnis juga….

    salam sukses

    • ismail

      Saya setuju banget mas, lebih tepatnya keuntungan jangan dibuat konsumtif semuanya, tapi yang produktif.

      Salam Kenal juga.