May
7
2010

Ingin Tulisan Anda Memikat? Usir “Sang Editor” Dari Kepala Anda !

Suatu awal yang tidak akan bisa anda tolak dalam kenyataan tapi hal itu terdapat pada diri anda sendiri. Ketika anda sedang menulis apakah anda memperhatikan suara kecil dalam benak anda yang sedang menilai karya anda?, bahkan mungkin anda mendengar suara tersebut saat ini.

Inilah suara yang membicarakan diri anda saat anda membaca atau menulis.  Suara tersebut akan memberitahu anda bahwa tulisan anda bagus atau jelek (kebanyakan yang jeleknya). Jika anda mendapati sebagian diri anda mengatakan “Kamu Bukan Penulis Yang Bagus” atau “Perhatikan Ejaanmu”, berarti anda telah mendengar suara pribadi yang ada dalam pikiran anda.

Pendidikan di bangku sekolah telah menanamkan “Teori Editor” pikiran waktu kita kecil. Anda dan saya diajari memperhatikan Ejaan, Tata Bahasa, Tanda Baca, Logika dan sebagainya. Kita dibuat agar berhati-hati terhadap kesalahan sampai-sampai menjadi paranoid.

Tapi, suara kecil yang saya sebut dengan “Sang Editor” bukanlah teman yang baik. Ia adalah suara yang selalu menghalangi anda untuk membuat tulisan kelas atas yang selalu dikejar-kejar pembeli. Meskipun kelihatannya membantu anda, sang editor sebenarnya menjaga agar anda tetap terlindung saja, Tapi ketika berada dibawah sang editor anda tidak akan mampu menulis apapun yang akan menarik perhatian.

Coba anda bayangkan sejenak! Ketika anda akan menulis sebuah surat. Anda duduk, menyalakan komputer dan bersiap-siap menekan tombol komputer. Namun, tiba-tiba Guru bahasa anda muncul disamping anda! Oh tidak! “Kamu sedang menulis apa?” Tanya sang guru.”Surat” kata anda. “Biar saya bantu ya” kata guru anda tadi. Ough…. Ketika anda mulai menulis, sang guru mulai menilai tulisan anda, “Apakah ejaannya sudah betul?”, ia bertanya, “Kalimat itu tidak mudah dimengerti”, Katanya.

Menurut anda, apakah anda akan bertahan lama dalam situasi seperti itu?

Kebanyakan hal yang dilakukan oleh penulis pemula yaitu

Menulis sebuah kalimat => Berhenti => Memikirkannya kembali => Mencoretnya => Menuliskan kembali kalimat lain => Mencobanya lagi.

Kondisi seperti inilah yang saya sebut dengan gagap diatas kertas!!

Apakah ini yang anda lakukan ketika menuliskan ide dalam pikiran ?

STOP.. itu hanya akan membuat anda “Lemot” dalam menulis.

Anda masih ingin membuat karya tulis anda memikat?

Kalau masih, Buang jauh-jauh “Sang Editor” dari dalam otak anda kemudian mulailah menulis. Tulis apa saja yang saat ini anda pikirkan, jangan sekali-kali mengeditnya (meskipun bahasanya belepotan).

Masih ingat dengan “Permainan Pikiran Menulis Ide Bisnis” kan?

Pokoknya biasakan “Menulis semua apa yang ada dalam pikiran anda tanpa mengeditnya” selesaikan saja karya anda sampai mentok.

Kalau banyak salahnya gimana mas?

Ach… entar aja kalo masalah itu mah gampang, yang penting selesaikan saja menulisnya.. Ok…

Bagaimana dengan anda, Apakah “Sang Editor” sudah anda usir dari kepala anda?..

3 Comments + Add Comment

  • Tips yang bagus Mas Ismail. memang benar ketika kita ingin ya nulis saja tanpa harus terbebani oleh sang editor yang pasti akan memperlambat kerja kita dalam mengetik

    • Sang editor muncul tanpa disadari siapapun, tapi ia sangat mengganggu kreatifitas kita dalam memulai menulis. Sip lah..

      Terima kasih Pak Joko atas kunjungannya.

  • [...] Tulis….Tulis… Dan Tulis….!!! [...]