Catatan Sebuah Kesyukuran Wisuda

Bismillahirrohmanirrohim,

Alhamdulillahirobbi al-’aalamin

Baru 4 tahun yang lalu aku masuk ke bangku kuliah. Perkuliahan yang dulu terkesan sangat menakutkan, penuh tekanan, penuh tuntutan, penuh demonstrasi dan biasa-biasa saja, ternyata salah kaprah.

Dulu saya berfikir bahwa kuliah itu hanya untuk mereka yang berduit. Kuliah itu susah, kuliah itu hanya untuk mencari gelar, kuliah itu hanya batu loncatan untuk mencari gelar. Tapi ternyata anggapan ini adalah anggapan yang keliru dan hanya berlaku bagi perguruan tinggi tertentu.

Dulu saya tidak pernah berfikir akan bisa merasakan materi-materi perkuliahan. Karena memang latar belakang ekonomi keluarga tidak mampu, tapi tekad dan niatku telah bulat “saya ingin kuliah”. 4 tahun yang lalu saya selalu minder jika ada teman yang berbicara tentang kuliah, terlebih lagi mereka melontarkan pertanyaan padaku “Mau Kuliah di Mana?”. Pertanyaan tersebut terasa bagaikan tamparan yang dilakukan ribuan kali.

Empat tahun yang lalu, alhamdulillah petunjuk serta rohmat dari Allah masih diberikan padaku. Aku dituntun oleh Allah swt untuk melanjutkan studi di salah satu kampus swasta yang bertaraf internasional. ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor Ponorogo, inilah kampus yang tidak pernah terpikirkan oleh saya selama ini.

4 tahun yang lalu aku mulai mengenal ISID dan sejak itu pula aku belajar di ISID. Sebuah institusi yang terletak di tengah sawah sepertinya bukan ukuran kualitas sebuah kampus. ISID yang namanya kurang begitu dikenal di Indonesia ternyata telah melanglang buana ke dunia Internasional.

ISID Gontor, kampusku tercinta, disana aku telah mengukir sejarah kehidupanku. Nuansa keilmuan yang penuh dengan kedamaian turut menghiasi masa-masa belajarku di ISID. Dosen-dosen yang bergelar Doktor dengan ikhlas membimbing kami, mengajari berbagai macam ilmu islam. Kajian-kajian dan tugas kuliah pun ikut mewarnai masa-masa studiku disana.

Kehidupan bersama kawan-kawan sungguh terasa, seakan tidak ingin melewatkan masa kebersamaan ini. Canda, tawa, gap, gesekan, kesedihan, semua itu telah kita rasakan bersama. Jiwa persaudaraanlah yang melandasi kehidupanku semasa di kampus. Syukur alhamdulillah semua itu dapat aku rasakan.

4 Tahun berjalan begitu cepat, aku menyesal dengan penyesalan yang teramat dalam, kenapa sejak awal masa-masa kuliahku ini tidak aku tulis?. Sungguh kenangan dengan teman-teman hanyalah terbatas pada angan-angan semata tanpa ada pembukuan. Sekali lagi aku menyesal.

Tapi penyesalan tersebut tidak perlu lagi disesalkan karena itu telah berlalu. Cukup dijadikan sebagai pelajaran untuk melangkah lebih maju.

Waktu demi waktu, materi demi materi, kajian demi kajian, tugas demi tugas semua telah aku lalui dan pada tanggal 13 Oktober 2011 adalah puncak dari semuanya itu.

WISUDA Sarjana S-1 dan Pascasarjana S-2 Kampus ISID Gontor, acara ini diselenggarakan dengan penuh khitmad. Wisuda yang dihadiri oleh Hidayat Nur Wahid sebagai ketua badan wakaf turut memberikan nuansa berbeda. Yang lebih membanggakan lagi, sarjana yang diwisuda kali ini berjumlah 226 Sarjana S1 dan 5 Pascasarjana. Alhamdulillah.

What The next ?

Masa belajar belum selesai kawan. Belajar bukan hanya di bangku kuliah, seperti yang dipesankan oleh bapak pimpinan kita yaitu “setelah ini (wisuda) kita baru akan belajar”. Belajar hal baru di masyarakat adalah syarat mutlak untuk menjadi manusia. Ilmu yang telah kita pelajari akan “mampet” alias tidak ada gunanya jika hanya didiamkan.

Tugas kita sebagai sarjana muslim adalah mengamalkan ilmu Allah dan berkarya di bumi Allah ini. Gelar sarjana adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Gelar bukan untuk berbangga diri tapi harus dijadikan instropeksi diri.

Lima tahun lagi kita dinanti oleh bapak pimpinan, akan menjadi apakah kita, dan prestasi apa saja yang telah kita raih. Melalui blog ini, saya pribadi ingin mengajak kawan seangkatan untuk tidak putus komunikasi dan saling menjalin silaturrahim. Sungguh mengenal kalian adalah kebanggaan bagiku yang tiada ternilai harganya.

Semoga 5 tahun ke depan kita bisa bertemu dengan karya masing-masing yang dapat kita banggakan. Sampai jumpa kawan, selamat jalan dan selamat berjuang. Di atas kita hanya Allah swt dan di bawah kita hanyalah tanah.. Berjasalah di muka bumi ini dan jangan minta jasa.

About the Author:

5 Comments

  1. Subhanallah wal hamdulillah… wah, selamat ya, Mas. Keren uy.. lulusan Gontor!
    Semoga kami semua yang tidak atau belum berkesempatan menikmati menimba ilmu dari kampus Mas bisa meraih manfaatnya via blog ini. :)

  2. Subhanallah wal hamdulillah… wah, selamat ya, Mas. Keren uy.. lulusan Gontor!
    Semoga kami semua yang tidak atau belum berkesempatan menikmati menimba ilmu dari kampus Mas bisa meraih manfaatnya via blog ini.

    +1