Cahaya Buku MISYKAT

Misykat, itulah judul buku terbaru karya Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Buku tersebut berupa kumpulan artikel-artikel pendek yang telah dipublikasikan di rubrik kolom Koran Republika.

Kata “Misykat” bermakna “Cahaya”. Senada dengan makna kata yang digunakan. kolom tersebut benar-benar telah terasa pancarannya. Bagaimana tidak. Artikel yang terdiri dari kurang lebih 700 kata ini mengungkapkan tentang ideologi, dogma, kritis, dalil, sanggahan bahkan nilai-nilai ilmiah lainnya yang dituangkan dengan bahasa yang indah sehingga sifat ilmiah tersebut bisa dicerna oleh orang yang belum pernah belajar pemikiran sekalipun.

Akhir-akhir ini, tepatnya bulan Mei 2012, kolom misykat tersebut berhasil dibukukan dan telah terbit.

Bukan penulis hebat jika ia tidak bisa menyampaikan artikel ilmiah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Penulis buku misykat memang telah terbukti kredibilitasnya dalam bidang akademik.

Banyak karya yang telah terbit dari tangan beliau. Akan tetapi sifat bukunya yang selalu ilmiah membuat karya beliau hanya bisa dinikmati oleh para akademisi. Lain halnya dengan buku misykat ini yang disajikan dengan bahasa yang sangat ringan, sehingga memudahkan siapa pun dalam memahami isinya.

Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya yang dipercaya oleh penulis untuk mengedit dan memperbaiki berbagai macam teknis penulisan karya beliau. Dan artikel-artikel pendek tersebut kini telah tersusun rapi menjadi buku yang siap merubah persepsi orang tentang agama islam.

Buku misykat ini sangatlah direkomendasikan bagi siapa saja yang sedang atau ingin belajar pemikiran islam.

Setelah tahu hasil penjualan buku tersebut, entah kenapa ketika saya menulis artikel ini hati saya seperti kemasukan getaran yang sangat tinggi. Saya merasa ingin berteriak girang tapi mata ini sudah terlanjur mengucurkan air mata yang menetes tanpa sadar.

Pada awalnya saya tidak mau dan tidak berani menuliskan peran saya dalam terbitnya buku tersebut. Saya ingin ini tetap menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh saya dan orang yang kenal dengan saya sekaligus yang telah membaca buku tersebut. Tapi, saya tidak kuat menahan perasaan tersebut. Saya ingin ini menjadi saksi sejarah hidupku bahwa saya bisa berperan aktif dalam menangkal paham-paham sekularisme, liberalisme, dll.

Saya bangga melihat buku tersebut telah dimiliki oleh setiap orang yang ingin tahu akan tantangan agama islam. Pada saat saya menulis ini, penulis buku misykat sedang menggalakkan “Gerakan Wakaf 1 Juta Buku Misykat untuk sejuta pemikir, ulama dan pesantren”. Gerakan tersebut dipromotori oleh MIUMI Pusat yang dipimpin oleh beliau sendiri.

Hati siapa yang tidak tergetar mendengar gerakan ini?. Saya yang merasa belum mampu menyeimbangi kualitas buku tersebut pun merasa terpukul, kenapa saya tidak segera merubah pola pikir saya secerdas isi buku misykat itu?.

Tapi itulah suara hati yang kadang butuh waktu untuk merealisasikannya. Saya ingin bersyukur atas tersebarnya buku misykat tersebut. Saya hanya bisa berdoa semoga saja Allah SWT mencatat ini sebagai amal shaleh saya yang diterima_Nya.

Alhamdulillahi rab al-Aalamin. Amin.

 

About the Author:

One Comment