Beda Toleransi dan Tasamuh

Konsep toleransi dalam perspektif Barat memiliki beberapa perbedaan yang sangat mendasar dengan perspektif Islam. Secara terminologi, toleransi perspektif Barat adalah menerima sesuatu tanpa rasa protes. Baik dalam hal kebaikan atau dalam hal keburukan sekalipun, toleransi harus tetap dilakukan. Berbeda dengan perspektif Islam. Dalam Islam, toleransi seringkali diartikan sebagai tasamuh. Tasamuh memiliki makna tasahul (kemudahan).Artinya, Islam memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk menjalankan apa yang ia yakini, dengan tanpa paksaan.

Selain dalam hal definisi istilah, toleransi dalam pandangan Barat dan Islam juga berbeda dalam melihat kebenaran dalam agama-agama. Menurut perspektif Barat, pemeluk salah satu agama, Islam misalnya, juga harus mengakui adanya kebenaran dalam agama-agama lain. Artinya, kebenaran tidak hanya terdapat dalam Islam. Tapi, agama juga terdapat dalam keyakinan-keyakinan lainnya meskipun berbeda namanya. Hal ini tentu tidak sejalan dengan prinsip Islam. Dalam Islam kebenaran adalah bersifat absolut yang datangnya dari Allah SWT. Konsep kebenaran dalam Islam tidak bersifat relatif, sebab Islam memiliki cara pandang tersendiri dalam melihat suatu kebenaran yaitu dengan kaca mata al-Qur’an dan al-Hadits.

Perbedaan lainnya yaitu toleran dalam menyikapi perbedaan antar agama. Konsep toleransi ala Barat memandang perbedaan antar agama tidaklah begitu berarti. Sebab, menurut cara pandang ini, perbedaan antara satu agama dengan yang lain hanya terjadi dalam tataran eksoterik. Adapun dalam tataran esoterik semua agama adalah sama. Dan semua agama sedang menuju hakekat yang sama yaitu “The One”.

Jadi, -menurut Barat- untuk memupuk nilai-nilai toleransi, semua umat beragama harus menjauhkan perbedaan-perbedaan tersebut dan meleburnya menjadi satu keyakinan. Bagi Islam, hal ini adalah suatu hal yang prinsip. Artinya, Islam meyakini bahwa justru dengan adanya perbedaan antar agama inilah yang menjadikan agama Islam sangat berbeda dengan agama-agama lainnya.

Bagi Islam, agama Kristen dan Yahudi adalah agama yang sesat. Sebab, salah satu ajaran inti kedua agama tersebut adalah tidak menyembah Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam. Agama Kristen menyembah Trinitas, sementara Yahudi menyembah Yahweh. Antara Allah SWT, Trinitas dan Yahweh tentu sangat berbeda dan harus dibedakan. Dalam hal keTuhanan, konsep tasamuh Islam tidak berlaku.

Adapun perbedaan mendasar lainnya yaitu tujuan dilakukannya toleransi. Menurut konsep Barat, toleransi ini dilakukan untuk memupuk rasa persaudaraan se-Tuhan. Artinya, toleransi ala Barat dilakukan atas dasar menjalankan syariat Tuhan yang sama. Ini tentu berbeda dengan tasamuh model Islam. Tasamuh disyariatkan untuk mencapai kemaslahatan bersama.

Maksudnya adalah Islam memberikan kemudahan bagi orang lain yang berbeda keyakinan agar tetap bisa menjalankan keyakinannya. Umat Islam tidak boleh mengintimidasi umat non-muslim. Sebab, Islam mengajarkan tidak ada unsur pemaksaan dalam berkeyakinan. Dari paparan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa toleransi dalam perspektif Barat bukanlah tasamuh dalam agama Islam.

About the Author:

One Comment